Projek IPAS Kelas X SMK: Interaksi Sosial, Sosialisasi, dan Lembaga Sosial dalam Kehidupan Sekolah dan Masyarakat

Projek IPAS Kelas X SMK: Interaksi Sosial, Sosialisasi, dan Lembaga Sosial dalam Kehidupan Sekolah dan Masyarakat


Pendahuluan

Dalam kehidupan sehari-hari, siswa SMK tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mengalami proses sosial secara langsung. Ketika berdiskusi kelompok, mengikuti organisasi sekolah, melakukan praktik kerja lapangan (PKL), hingga berinteraksi melalui media sosial, semua itu merupakan bagian dari interaksi sosial dan sosialisasi.

Materi ini menjadi bagian penting dalam Projek IPAS Kelas X SMK Fase E karena membantu peserta didik memahami bagaimana masyarakat terbentuk, bagaimana nilai dan norma diwariskan, serta bagaimana lembaga sosial mengatur kehidupan bersama.

Melalui pendekatan berbasis projek, peserta didik tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menganalisis fenomena sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.


Gambar: Infografis ringkasan materi Projek IPAS Fase E yang mencakup syarat interaksi, bentuk asosiatif/disosiatif, serta agen sosialisasi.


A. Tujuan Pembelajaran IPAS Fase E yang Relevan

Dalam Kurikulum Nasional, peserta didik Fase E diharapkan mampu:

  • Memahami dan menganalisis interaksi sosial dalam masyarakat.

  • Mengidentifikasi bentuk-bentuk kerja sama dan konflik.

  • Menjelaskan peran lembaga sosial dalam kehidupan manusia.

  • Menganalisis dinamika sosial akibat perubahan zaman.

Projek ini dirancang untuk memenuhi capaian tersebut secara kontekstual dan aplikatif.


B. Konsep Dasar Interaksi Sosial

1. Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling memengaruhi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok.

Interaksi sosial menjadi dasar terbentuknya masyarakat. Tanpa interaksi, manusia tidak dapat berkembang secara sosial maupun emosional.


2. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Agar interaksi sosial terjadi, harus ada dua syarat utama:

a. Kontak Sosial

Kontak sosial tidak selalu berarti sentuhan fisik. Kontak dapat terjadi:

  • Secara langsung (tatap muka)

  • Secara tidak langsung (melalui media)

b. Komunikasi

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan sehingga terjadi pemahaman antara pihak yang berinteraksi.

Tanpa komunikasi yang efektif, interaksi sosial tidak akan berjalan dengan baik.


3. Jenis-Jenis Kontak Sosial

a. Kontak Primer

Terjadi secara langsung dan tatap muka.

Contoh:

  • Diskusi kelas

  • Berjabat tangan

  • Wawancara langsung

b. Kontak Sekunder Langsung

Melalui perantara yang pasif.

Contoh:

  • Mengirim surat melalui kantor pos

c. Kontak Sekunder Tidak Langsung

Melalui perantara aktif.

Contoh:

  • Menitipkan pesan kepada guru atau teman


4. Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Beberapa faktor yang mendorong seseorang berinteraksi:

  1. Imitasi – meniru perilaku orang lain

  2. Sugesti – menerima pengaruh orang lain

  3. Identifikasi – keinginan menjadi sama dengan pihak lain

  4. Simpati – rasa tertarik terhadap orang lain

  5. Empati – kemampuan merasakan perasaan orang lain

Di lingkungan SMK, faktor-faktor ini sangat terlihat dalam dinamika pergaulan siswa.


C. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

1. Interaksi Asosiatif (Mengarah pada Persatuan)

a. Kerja Sama

Contoh di sekolah:

  • Kerja kelompok

  • Gotong royong

  • Organisasi OSIS

Kerja sama mencerminkan nilai gotong royong dalam budaya Indonesia.

b. Akomodasi

Upaya meredakan konflik, seperti:

  • Mediasi

  • Arbitrase

  • Toleransi

  • Ajudikasi

c. Asimilasi

Peleburan dua budaya menjadi satu budaya baru.

d. Akulturasi

Penerimaan budaya asing tanpa menghilangkan budaya asli.


2. Interaksi Disosiatif (Mengarah pada Pertentangan)

a. Persaingan (Competition)

Persaingan nilai akademik adalah contoh persaingan sehat.

b. Kontravensi

Perasaan tidak suka yang disembunyikan.

c. Konflik

Pertentangan terbuka yang bisa berdampak negatif jika tidak diselesaikan dengan baik.

Siswa perlu memahami bahwa konflik dapat diselesaikan melalui komunikasi dan toleransi.


D. Sosialisasi dalam Kehidupan Siswa SMK

1. Pengertian Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses belajar nilai dan norma agar seseorang dapat menjadi anggota masyarakat yang baik.

Melalui sosialisasi, siswa belajar:

  • Disiplin

  • Tanggung jawab

  • Kerja sama

  • Etika pergaulan


2. Agen Sosialisasi

a. Keluarga

Agen pertama yang membentuk karakter.

b. Sekolah

Menanamkan nilai akademik dan kedisiplinan.

c. Teman Sebaya

Mempengaruhi gaya hidup dan perilaku sosial.

d. Media Sosial

Berperan besar dalam membentuk opini dan pola pikir generasi muda.


3. Tahap Sosialisasi

Tahap awal disebut preparatory stage, dimulai sejak anak lahir dan mengenal lingkungannya.


E. Lembaga Sosial dan Perannya

Lembaga sosial adalah sistem norma yang mengatur kebutuhan pokok manusia.

1. Lembaga Keluarga

Fungsi:

  • Reproduksi

  • Sosialisasi

  • Afeksi

  • Perlindungan

2. Lembaga Pendidikan

Fungsi manifest:

  • Mempersiapkan keterampilan kerja

Fungsi laten:

  • Mengurangi ketergantungan pada orang tua

3. Lembaga Ekonomi

Mengatur:

  • Produksi

  • Distribusi

  • Konsumsi

4. Lembaga Agama

Mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.


F. Dinamika Sosial di Era Digital

Perubahan sosial saat ini dipengaruhi oleh:

  • Perkembangan teknologi

  • Media digital

  • Globalisasi

  • Perubahan gaya hidup

Siswa SMK perlu memiliki kemampuan literasi digital dan berpikir kritis agar tidak terpengaruh negatif.


G. Desain Projek IPAS (Berbasis PBL)

Tema Projek:

“Analisis Interaksi Sosial dan Peran Lembaga Sosial di Lingkungan Sekolah”


Langkah-Langkah Projek

1. Identifikasi Fenomena

Siswa mengamati bentuk interaksi sosial di sekolah.

2. Perumusan Masalah

Contoh:

  • Bagaimana bentuk kerja sama di kelas?

  • Apakah terjadi konflik antar siswa?

3. Pengumpulan Data

Melalui:

  • Observasi

  • Wawancara sederhana

  • Dokumentasi

4. Analisis Data

Mengelompokkan bentuk interaksi menjadi asosiatif atau disosiatif.

5. Penyusunan Laporan

Laporan berisi:

  • Latar belakang

  • Metode

  • Hasil

  • Kesimpulan

6. Presentasi

Menyampaikan hasil di depan kelas.


H. Contoh LKPD Projek

Tugas Kelompok

  1. Amati interaksi sosial di kelas selama 3 hari.

  2. Catat bentuk interaksi yang terjadi.

  3. Kelompokkan menjadi asosiatif atau disosiatif.

  4. Jelaskan peran lembaga sekolah dalam mengatur interaksi tersebut.


I. Rubrik Penilaian Projek

AspekSkor 1–4
Pemahaman konsep
Ketepatan analisis
Kerja sama tim
Kualitas laporan
Presentasi

J. Refleksi Peserta Didik

Tuliskan:

  • Apa pengalaman sosial yang paling berkesan di sekolah?

  • Bagaimana peran sekolah dalam membentuk karakter Anda?


K. Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Projek ini mengembangkan:

  • Bernalar kritis

  • Gotong royong

  • Mandiri

  • Berakhlak mulia

  • Berkebinekaan global


L. FAQ (Untuk SEO)

Apa itu interaksi sosial?

Hubungan timbal balik antara individu dan kelompok dalam masyarakat.

Apa perbedaan asimilasi dan akulturasi?

Asimilasi melebur menjadi budaya baru, sedangkan akulturasi menerima unsur baru tanpa menghilangkan budaya lama.

Mengapa sosialisasi penting bagi siswa SMK?

Karena membantu membentuk karakter dan kesiapan memasuki dunia kerja.


Kesimpulan

Interaksi sosial, sosialisasi, dan lembaga sosial merupakan dasar terbentuknya kehidupan masyarakat. Melalui Projek IPAS, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menganalisis fenomena sosial di lingkungan sekolah.

Pendekatan berbasis projek membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan tanggung jawab sosial.



Post a Comment for "Projek IPAS Kelas X SMK: Interaksi Sosial, Sosialisasi, dan Lembaga Sosial dalam Kehidupan Sekolah dan Masyarakat"